Menu Atas


KLIK SUARA.COM
Selasa, 22 September 2026, September 22, 2026 WIB
Last Updated 2026-09-22T11:18:46Z
Banjir Batam

Pembangunan Terus Digenjot, Hutan dan Resapan Tergerus Hujan Sebentar, Banjir Menggenang

.


 

BATAM-Kliksuara.com // Persoalan banjir kembali menjadi sorotan masyarakat. Genangan air yang muncul setelah hujan deras dinilai tidak hanya berkaitan dengan intensitas hujan, tetapi juga perlu dilihat dari kondisi drainase, perubahan tata guna lahan, serta berkurangnya kawasan yang mampu menyerap air.


Di tengah pembangunan kota yang terus berkembang, masyarakat mempertanyakan sejauh mana aspek lingkungan dan daya dukung wilayah menjadi pertimbangan dalam setiap pembangunan.


Ketika kawasan terbuka, pepohonan, dan daerah resapan air semakin berkurang, air hujan memiliki lebih sedikit ruang untuk meresap ke tanah. Pada saat yang sama, aliran permukaan meningkat dan dapat membebani sistem drainase.


“Pembangunan memang penting, tetapi jangan sampai setiap pembangunan justru mengorbankan hutan dan daerah resapan. Kalau ruang untuk air menyerap semakin sedikit, hujan sebentar saja bisa menimbulkan banjir,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan.


Menurut masyarakat, pemerintah dan pihak terkait perlu melakukan evaluasi terhadap kawasan-kawasan yang mengalami perubahan fungsi lahan, terutama wilayah yang memiliki peran penting sebagai daerah resapan dan pengendali limpasan air.


“Jangan ketika banjir baru sibuk mencari penyebab. Harus dilihat dari awal, bagaimana izin pembangunan, kondisi drainase, sampai keberadaan kawasan resapan. Pembangunan jangan hanya mengejar fisik kota, tetapi keselamatan dan kenyamanan warga juga harus menjadi prioritas,” tegasnya.


Masyarakat juga meminta agar setiap pembangunan yang berpotensi mengubah kontur dan tata air wilayah dilakukan secara transparan serta memperhatikan ketentuan lingkungan yang berlaku.


“Hutan dan daerah resapan bukan sekadar lahan kosong. Kalau semuanya ditutup beton dan ditimbun, air tetap akan mencari jalan. Masyarakat yang akhirnya menanggung dampaknya,” lanjutnya.


Fenomena banjir tersebut menjadi pengingat bahwa pertumbuhan kota perlu berjalan seiring dengan pengelolaan lingkungan. Pembangunan boleh digenjot, tetapi daya dukung alam jangan sampai terus tergerus.