Menu Atas


KLIK SUARA.COM
Sabtu, 15 Agustus 2026, Agustus 15, 2026 WIB
Last Updated 2026-08-15T14:02:04Z
Basriorang baik

Di Tengah Penghakiman, Masih Ada yang Bersaksi: Dia Orang Baik

.


 


BATAM-Kliksuara.com // Di tengah kehidupan bermasyarakat, seseorang terkadang begitu mudah dinilai hanya dari satu kesalahan yang pernah dilakukan. Padahal, tidak ada manusia yang luput dari kekurangan dan kekeliruan, Sabtu (15/8/2026).


Satu kesalahan tidak semestinya menjadi alasan untuk menghapus seluruh kebaikan, kepedulian, maupun pengabdian yang telah dilakukan seseorang selama bertahun-tahun.


Hal itu turut tergambar dari sejumlah komentar warganet dalam unggahan akun TikTok Berita Batam. Dua komentar yang diduga berasal dari orang yang mengenal sosok tersebut justru menyampaikan kesaksian dan doa.


“Saya bersaksi dia orang baik,” tulis akun @B&Y.


Sementara akun @Putra mandiri menuliskan doa penuh harapan, “Ya Allah lindungi bg ku, semoga sht selalu.”


Komentar tersebut menjadi pengingat bahwa di balik sebuah persoalan, ada manusia dengan perjalanan hidup yang tidak bisa dinilai hanya dari satu peristiwa.


Seseorang yang dikenal suka membantu, peduli terhadap sesama, dan hadir ketika orang lain membutuhkan, tentu tetap memiliki kemungkinan melakukan kesalahan. Jika kesalahan terbukti, tanggung jawab dan evaluasi tetap harus dijalankan. Namun, memberikan ruang untuk memperbaiki diri juga merupakan bagian dari keadilan dan kemanusiaan.


Menilai seseorang secara utuh berarti melihat perjalanan hidupnya, bukan sekadar satu kejadian.


Jangan sampai satu kesalahan membuat kita melupakan puluhan bahkan ratusan kebaikan yang pernah dilakukan. Sebab manusia bukan hanya tentang kesalahan yang pernah dibuat, tetapi juga tentang bagaimana ia belajar, berubah, dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.


Kebaikan layak dihargai. Kesalahan layak diperbaiki. Dan setiap manusia, selama masih memiliki kesempatan, layak diberi ruang untuk membuktikan bahwa dirinya mampu berubah.


Pada akhirnya, yang paling manusiawi bukanlah menutup mata terhadap kesalahan, melainkan mampu bersikap adil: tidak membenarkan kesalahan, tetapi juga tidak menghapus seluruh kebaikan seseorang hanya karena satu kekeliruan.