.
BATAM-Kliksuara.com // Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan, Yan Rusmanto, memberikan pengarahan kepada seluruh jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Kepulauan Riau dalam kunjungan kerja yang dipusatkan di Lapas Batam, Sabtu (4/7). Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi, meningkatkan profesionalisme, serta menyamakan langkah dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lapas Batam itu dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Riau, Aris Munandar, didampingi Kepala Lapas Batam, Yosafat Rizanto, serta diikuti para Kepala Lapas, Rutan, Bapas, LPKA, dan pejabat struktural dari seluruh UPT Pemasyarakatan di wilayah Kepulauan Riau.
Dalam sambutannya, Aris Munandar memaparkan kondisi terkini pemasyarakatan di Kepulauan Riau sekaligus mengapresiasi kinerja seluruh jajaran. Ia berharap pengarahan tersebut menjadi sarana memperkuat koordinasi, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta memastikan implementasi kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan berjalan secara optimal.
Sementara itu, Yan Rusmanto menyampaikan arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Drs. Mashudi, mengenai penguatan tugas dan fungsi pemasyarakatan, khususnya dalam bidang pembinaan narapidana dan anak binaan. Ia menegaskan bahwa kualitas pembinaan harus terus ditingkatkan dengan tetap menjamin pemenuhan hak-hak warga binaan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Selain itu, Yan juga mengingatkan seluruh petugas untuk mendukung penuh Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, terutama dalam upaya memberantas peredaran narkotika serta praktik penipuan dengan berbagai modus dari dalam lembaga pemasyarakatan.
"Pak Dirjen menyampaikan bahwa tidak ada toleransi bagi setiap petugas yang melakukan pelanggaran. Jalankan tugas sesuai aturan. Siapa pun yang melanggar harus siap menerima konsekuensi hukum. Tugas pemasyarakatan adalah membina warga binaan agar mampu kembali ke tengah masyarakat dengan bekal ilmu pengetahuan, keterampilan, dan perubahan perilaku yang lebih baik," tegas Yan Rusmanto.
Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang berintegritas, responsif, akuntabel, dan berorientasi pada keberhasilan proses reintegrasi sosial warga binaan sebagai tujuan utama sistem pemasyarakatan.
Usai pengarahan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para Kepala UPT dan peserta menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan, mulai dari pelaksanaan program pembinaan, pemenuhan hak warga binaan, penguatan sistem pengamanan, hingga implementasi kebijakan terbaru di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Melalui forum tersebut, diharapkan tercipta kesamaan persepsi serta solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi, sehingga pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan di wilayah Kepulauan Riau semakin efektif, profesional, dan selaras dengan arah kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Kegiatan berlangsung tertib dan penuh antusiasme. Di akhir acara, seluruh jajaran UPT Pemasyarakatan se-Kepulauan Riau menyatakan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan, memperkuat integritas aparatur, serta menghadirkan layanan pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

