Menu Atas


KLIK SUARA.COM
Kamis, 25 Juni 2026, Juni 25, 2026 WIB
Last Updated 2026-06-25T07:55:20Z
Lomboan S.H.

Kontroversi PAUD Djuwita Melebar, LBH No Viral No Justice Minta Romo Paschal Tidak Perkeruh Situasi

.

 



BATAM-Kliksuara.com // Polemik yang melibatkan PAUD Djuwita di kawasan Baloi, Batam Centre, Kota Batam, Kepulauan Riau, terus menjadi sorotan publik dan memicu perdebatan luas di berbagai platform media sosial. Kasus yang awalnya berkaitan dengan dugaan perundungan (bullying) terhadap seorang anak didik kini berkembang menjadi polemik yang menyeret berbagai pihak, termasuk tokoh agama dan aktivis kemanusiaan, Kamis (25/6/2026).


Perdebatan semakin memanas setelah muncul pernyataan dari seorang tokoh yang disebut-sebut bernama Romo Paschal, yang menyampaikan ucapan terima kasih kepada Polresta Barelang atas penetapan status tersangka terhadap seorang orang tua murid yang selama ini diketahui memperjuangkan dan membela anaknya yang diduga menjadi korban perundungan di lingkungan sekolah.


Pernyataan tersebut memicu beragam reaksi dari masyarakat. Sebagian pihak menilai sikap tersebut tidak mencerminkan upaya menciptakan suasana yang kondusif di tengah proses hukum dan konflik yang sedang berlangsung. Di sisi lain, sejumlah warganet mempertanyakan dasar serta kepentingan di balik keterlibatan tokoh tersebut dalam perkara yang dinilai masih menyisakan banyak pertanyaan di tengah masyarakat.


Sorotan tajam kemudian datang dari LBH No Viral No Justice, yang secara terbuka mempertanyakan posisi dan keterlibatan Romo Paschal dalam polemik tersebut. Lembaga bantuan hukum itu menilai pernyataan yang disampaikan berpotensi memperkeruh suasana dan menimbulkan persepsi negatif di tengah publik.


Ketua LBH No Viral No Justice, Lomboan, S.H., menyampaikan keprihatinannya terhadap sikap yang ditunjukkan oleh sosok yang dikenal sebagai rohaniawan dan aktivis kemanusiaan tersebut.


> “Kita menyayangkan seorang rohaniawan dan aktivis kemanusiaan yang tidak mengetahui secara utuh duduk permasalahan, namun justru memberikan pernyataan yang dapat menjadi pemicu polemik baru. Hal ini tidak sejalan dengan status dan peran yang seharusnya mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, perdamaian, serta upaya mencari solusi yang objektif,” tegas Lomboan, S.H.




Menurutnya, dalam sebuah perkara yang melibatkan anak, seluruh pihak seharusnya lebih mengutamakan pendekatan perlindungan anak dan mengedepankan asas kehati-hatian dalam menyampaikan pernyataan kepada publik. Ia menilai opini yang berkembang tanpa memahami fakta secara menyeluruh dapat menimbulkan kegaduhan baru dan berpotensi memperburuk kondisi psikologis pihak-pihak yang terlibat.


LBH No Viral No Justice juga mempertanyakan apakah keterlibatan Romo Paschal murni sebagai bentuk kepedulian sosial atau terdapat kepentingan lain yang mendasari pernyataan tersebut. Pertanyaan itu muncul karena hingga saat ini polemik PAUD Djuwita masih menjadi perhatian publik dan tengah berada dalam pusaran proses hukum yang sensitif.


Kasus ini sendiri bermula dari laporan dan pengaduan orang tua murid terkait dugaan tindakan perundungan yang dialami anaknya di lingkungan PAUD Djuwita. Perjuangan orang tua tersebut kemudian menjadi perhatian masyarakat luas setelah berbagai informasi dan dokumen terkait perkara beredar di media sosial. Seiring berjalannya waktu, konflik berkembang hingga melibatkan berbagai pihak, mulai dari lembaga pendidikan, orang tua murid, aparat penegak hukum, hingga organisasi bantuan hukum.


Di tengah situasi yang semakin memanas, berbagai elemen masyarakat meminta seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak memperkeruh suasana melalui pernyataan-pernyataan yang dapat memicu perdebatan baru. Mereka berharap proses hukum dapat berjalan secara objektif, transparan, dan memberikan rasa keadilan bagi semua pihak, khususnya anak yang menjadi pusat dari persoalan tersebut.


Hingga berita ini ditulis, polemik PAUD Djuwita masih menjadi perbincangan hangat di Kota Batam. Masyarakat menantikan kejelasan dan penyelesaian kasus secara terbuka, sekaligus berharap agar kepentingan terbaik bagi anak tetap menjadi prioritas utama dalam setiap proses yang berlangsung.