.
BATAM-Kliksuara.com // Pemerintah Kota Batam di bawah kepemimpinan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra terus mempercepat pembenahan transportasi publik. Salah satu langkah nyatanya melalui penambahan 19 armada baru Trans Batam yang mulai beroperasi pada 1 Juni 2026.
Peluncuran armada baru tersebut dilaksanakan di Dataran Engku Putri, Batam Center, Selasa (26/5/2026), bersama penerapan sistem pembayaran digital QRIS Tap. Acara itu dihadiri Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Aan Suhanan, M.Si.
Sebanyak 19 unit bus baru akan dioperasikan melalui skema Buy The Service (BTS) untuk memperkuat layanan di sejumlah koridor utama Trans Batam. Kehadiran armada tambahan ini dapat memangkas waktu tunggu penumpang menjadi 10–20 menit sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam menggunakan transportasi umum.
Penambahan armada juga menjadi upaya Pemko Batam menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus meningkat, termasuk mendukung akses wisatawan menuju berbagai pusat aktivitas ekonomi, kawasan permukiman, hingga destinasi wisata di Batam.
Saat ini, jumlah pengguna Trans Batam mencapai sekitar 6 ribu penumpang per hari, terdiri dari 70 persen penumpang umum dan 30 persen pelajar. Secara keseluruhan, Trans Batam kini mengoperasikan 52 armada dengan dukungan sekitar 120 halte di berbagai koridor layanan.
Seiring penguatan layanan tersebut, jam operasional Trans Batam juga akan diperpanjang mulai pukul 05.30 WIB hingga 22.00 WIB guna mendukung aktivitas masyarakat.
Selain penambahan armada, Pemko Batam juga mulai menerapkan sistem pembayaran digital QRIS Tap untuk mempermudah transaksi non tunai di dalam bus. Melalui sistem ini, penumpang cukup menempelkan ponsel berfitur NFC ke perangkat pembayaran tanpa perlu lagi memindai kode QR seperti sebelumnya.
Penerapan QRIS Tap menjadi bagian dari transformasi layanan transportasi publik menuju sistem yang lebih modern, cepat, dan efisien sekaligus mendukung pengembangan ekosistem smart mobility dan smart city di Batam.
Amsakar–Li Claudia juga terus mendorong integrasi layanan Trans Batam dengan moda transportasi lainnya, termasuk konektivitas menuju Bandara Internasional Hang Nadim agar mobilitas masyarakat dan wisatawan semakin mudah.
Pemko Batam berharap peningkatan layanan Trans Batam dapat mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum sehingga membantu mengurangi kemacetan dan menciptakan sistem transportasi kota yang lebih tertata.
Meski demikian, kebutuhan pengembangan transportasi massal di Batam masih cukup besar. Berdasarkan data Dinas Perhubungan Kota Batam, saat ini masih dibutuhkan tambahan 46 bus medium, 22 bus besar, 50 bus kecil feeder, serta sekitar 100 halte baru berikut dukungan biaya operasional BRT.

