.
Kliksuara.com // Penangkapan empat orang terduga pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS tidak boleh dipersempit seolah-olah perkara ini telah selesai. Ini bukan kejahatan biasa. Ini adalah teror. Dan setiap teror hampir pasti terorganisir, direncanakan, dan diperintahkan.
Kami menegaskan dengan keras: kejahatan ini bukan aksi tunggal. Para pelaku di lapangan hanyalah eksekutor. Sementara itu, pihak yang memberi perintah—dalang utama—justru menjadi kunci dari pengungkapan kebenaran yang sesungguhnya.
Jika benar terdapat keterlibatan oknum yang berdinas dalam lingkup Badan Intelijen Strategis TNI di bawah Tentara Nasional Indonesia, maka perkara ini menjadi sangat serius karena menyentuh langsung integritas institusi negara dan kepercayaan publik.
Kami tidak akan menerima penegakan hukum yang berhenti pada level bawah. Menangkap eksekutor tanpa mengungkap pemberi perintah adalah bentuk ketidakadilan yang nyata. Itu sama saja dengan membiarkan aktor intelektual tetap bebas dan berpotensi mengulangi kejahatan serupa.
Kami menuntut secara tegas:
1. Ungkap dan tangkap dalang utama (otak pelaku) tanpa kompromi.
2. Buka secara transparan kepada publik siapa yang memberi perintah dan apa motif di balik serangan ini.
3. Jangan lindungi siapapun, apapun jabatannya, dan dari institusi manapun.
4. Pastikan proses hukum berjalan independen, objektif, dan bebas dari intervensi kekuasaan.
Masyarakat berhak tahu kebenaran. Serangan terhadap aktivis bukan sekadar tindak kriminal, melainkan ancaman langsung terhadap demokrasi dan kebebasan sipil.
Kami memperingatkan:
_Jika dalang utama tidak diungkap, maka negara sedang mempertaruhkan kepercayaan rakyat._
Jika hukum hanya tajam ke bawah, maka keadilan telah gagal ditegakkan.
Tidak boleh ada kompromi terhadap kejahatan sekeji ini.
Ungkap semuanya. Tangkap semua pelaku—termasuk yang bersembunyi di balik kekuasaan.
*Hukum tidak boleh tunduk. Kebenaran tidak boleh ditutup*.

