Menu Atas


KLIK SUARA.COM
Minggu, 04 Oktober 2026, Oktober 04, 2026 WIB
Last Updated 2026-10-04T05:12:48Z

Pdt. Suarman Lase Nahkodai GTDI Kepulauan Riau Periode 2026–2030

.


 

BATAM-Kliksuara.com // Musyawarah Wilayah (Muswil) Gereja Tuhan di Indonesia (GTDI) Kepulauan Riau yang digelar di Batam, Jumat (3/10/2026), menetapkan Pdt. Suarman Lase, M.Pd. sebagai Ketua Badan Pengurus Wilayah GTDI Kepulauan Riau periode 2026–2030.


Muswil diawali dengan ibadah dan seremoni pembukaan. Seluruh agenda persidangan berlangsung dengan tertib dan penuh hikmat. Dalam salah satu keputusan penting, Pdt. Suarman Lase ditetapkan sebagai ketua wilayah setelah menjadi calon tunggal dalam proses pemilihan.


Penetapan tersebut kemudian dilanjutkan dengan pentahbisan Pdt. Suarman Lase sebagai Ketua Wilayah GTDI Kepulauan Riau periode 2026–2030. Prosesi pentahbisan dipimpin langsung Ketua Nasional GTDI, Bishop Dody Togatorop, S.Th., S.H., M.A.IE.


Terpilihnya Pdt. Suarman Lase membawa semangat baru dalam perjalanan pelayanan GTDI di Kepulauan Riau. Meski selama ini tidak dikenal sebagai sosok yang aktif di media sosial, keterlibatannya dalam berbagai organisasi serta kepercayaan yang diberikan hingga menjadi calon tunggal dinilai menjadi modal penting dalam menjalankan kepemimpinan organisasi ke depan.


Dalam wawancara singkat, Pdt. Suarman Lase menegaskan bahwa kepemimpinan merupakan sebuah estafet yang tidak dapat dipisahkan dari karya para pemimpin sebelumnya.


Menurutnya, kepemimpinan periode 2026–2030 bukan untuk menghapus jejak kepemimpinan terdahulu, melainkan melanjutkan kesinambungan pelayanan yang telah dibangun, termasuk karya Pdt. Dr. Ir. Yasozatulo Larosa, MA.IE., M.Pd.K. serta para pemimpin sebelumnya yang telah merintis pelayanan GTDI di wilayah Kepulauan Riau.


Ia juga menegaskan bahwa kepemimpinan organisasi bukanlah sebuah one man show.


“Ini bukan soal jabatan atau panggung untuk mendapat perhatian publik,” demikian pesan yang disampaikan dalam arahannya.


Kembali kepada Salib Kristus


Dalam khotbah perdananya sebagai Ketua Wilayah terpilih, Pdt. Suarman Lase mengangkat tema Muswil “Kembali kepada Salib Kristus.”


Ia memaknai tema tersebut sebagai panggilan bagi seluruh jajaran GTDI Kepulauan Riau untuk menghadirkan rekonsiliasi dan perdamaian di tengah kehidupan pelayanan.


Kristus, menurutnya, telah memberikan teladan melalui karya pendamaian. Karena itu, para pelayan Tuhan dipanggil untuk lebih aktif menghadirkan damai, dimulai dari diri sendiri dan hubungan antarsesama rekan sekerja Allah di lingkungan GTDI Kepulauan Riau.


Kebersamaan, kekompakan dan kesatuan hati dinilai menjadi fondasi penting dalam menjalankan pelayanan selama periode kepengurusan yang baru.


Selain rekonsiliasi, tema tersebut juga dimaknai sebagai panggilan untuk berkorban dalam pelayanan.


Pelayanan, kata Suarman, tidak boleh ditempatkan sebagai ruang untuk mengejar keuntungan pribadi maupun popularitas. Sebaliknya, pelayanan merupakan kesempatan untuk memberikan yang terbaik kepada Tuhan melalui tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan.


Sebagai ketua terpilih, ia juga menitipkan pesan kepada seluruh jajaran pengurus agar menjalankan tugas sebagai sebuah tim dengan semangat, kekompakan dan ketulusan.


Dari Satu Gereja Menjadi 21 Gereja


GTDI merupakan salah satu sinode yang telah berdiri sejak 2004 di Batam melalui perintisan Almarhum Bishop Dr. Peringatan Zebua, MA.IE.


Dalam perjalanannya, GTDI di Kepulauan Riau berkembang dari satu gereja menjadi 21 gereja lokal yang tersebar di tiga kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Riau. Selain itu, terdapat pula satu gereja yang berdomisili di wilayah Provinsi Riau daratan.


Pertumbuhan tersebut sekaligus menghadirkan tantangan baru bagi kepemimpinan GTDI. Bertambahnya jumlah gereja dan jemaat harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan.


Dalam konteks tersebut, Pdt. Suarman Lase memandang masih terdapat pekerjaan besar yang harus dilakukan para gembala dan pelayan Tuhan, terutama dalam membangun pertumbuhan iman serta kedewasaan rohani jemaat.


Dengan kepemimpinan baru periode 2026–2030, GTDI Kepulauan Riau diharapkan tidak hanya bertumbuh secara kuantitas, tetapi juga semakin kuat dalam kualitas pelayanan, kebersamaan dan kehidupan rohani jemaat.


Estafet kepemimpinan telah berpindah. Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa pertumbuhan organisasi berjalan seiring dengan kedewasaan iman dan kualitas pelayanan.