Menu Atas


KLIK SUARA.COM
Minggu, 31 Mei 2026, Mei 31, 2026 WIB
Last Updated 2026-05-31T11:55:08Z
M.M.S.ESuherman

Komentar Diduga Merendahkan Melayu Viral, Pendiri Lang Laut Kepri Suherman Minta Aparat Segera Bertindak

.

 



BATAM-Kliksuara.com // Jagat media sosial dihebohkan oleh unggahan yang diduga mengandung unsur penghinaan dan merendahkan martabat masyarakat Melayu. Komentar tersebut muncul dari akun media sosial bernama "Raja Situmorang" dan dengan cepat menyebar luas di berbagai platform, memicu perdebatan serta reaksi keras dari masyarakat.


Dalam unggahan yang beredar, akun tersebut menuliskan pernyataan yang dinilai menyinggung dan merendahkan masyarakat Melayu di Kota Batam.


"Melayu punya apa di Batam, nggak ada apa-apanya Melayu lagi di Batam, terus salahkan pendatang. Sampai kapanpun Melayu itu akan selalu kalah dari segi apapun, apalagi dari Batak. Karena nggak selevel dari manapun, dari kerja maupun dari pikiran, makanya Melayu iri sama Batak," tulis akun tersebut.


Unggahan itu sontak memicu gelombang kecaman dari berbagai kalangan. Banyak warga menilai narasi tersebut berpotensi memecah belah persatuan masyarakat yang selama ini hidup berdampingan dalam keberagaman suku, budaya, dan agama di Kota Batam maupun Provinsi Kepulauan Riau.


Pendiri Lang Laut Kepri, Suherman, merespons cepat viralnya pernyataan tersebut. Menurutnya, komentar yang mengandung unsur perbandingan dan merendahkan kelompok etnis tertentu sangat disayangkan karena dapat memicu keresahan di tengah masyarakat.


Suherman mengungkapkan bahwa sejak unggahan tersebut viral, dirinya menerima banyak telepon dan keluhan dari masyarakat yang merasa tersinggung atas pernyataan yang dilontarkan akun tersebut. Menurutnya, masyarakat berharap persoalan ini mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum agar tidak berkembang menjadi konflik sosial yang lebih luas.


"Saya sudah banyak menerima telepon dari masyarakat yang merasa keberatan dan tersinggung dengan komentar tersebut. Kami meminta aparat kepolisian untuk segera menindaklanjuti persoalan ini sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku agar tidak menimbulkan dampak yang lebih besar di tengah masyarakat," ujar Suherman.


Meski demikian, Suherman juga mengimbau seluruh masyarakat Melayu agar tetap menahan diri dan tidak terpancing emosi oleh narasi yang beredar di media sosial. Ia menegaskan bahwa masyarakat harus tetap menjaga persatuan, menghormati proses hukum, dan tidak mengambil tindakan yang dapat memperkeruh suasana.


"Kami mengajak seluruh masyarakat Melayu untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, dan menyerahkan persoalan ini kepada aparat yang berwenang. Jangan sampai kita terjebak dalam konflik yang justru merugikan semua pihak," tegasnya.


Batam selama ini dikenal sebagai kota yang dihuni oleh berbagai suku dan etnis dari seluruh Indonesia. Keberagaman tersebut menjadi kekuatan utama dalam membangun daerah yang maju, harmonis, dan penuh toleransi. Oleh karena itu, berbagai pihak berharap seluruh pengguna media sosial dapat lebih bijak dalam menyampaikan pendapat serta menghindari pernyataan yang berpotensi menimbulkan kebencian antarsuku maupun golongan.


Masyarakat pun berharap agar kejadian ini menjadi pelajaran bersama bahwa ruang digital harus digunakan untuk mempererat persaudaraan, bukan sebaliknya menjadi sarana penyebaran narasi yang dapat memecah belah persatuan dan keharmonisan yang selama ini terjaga di Kota Batam dan Kepulauan Riau.


Penulis: N.Z