Menu Atas


KLIK SUARA.COM
Senin, 27 April 2026, April 27, 2026 WIB
Last Updated 2026-04-27T08:47:50Z
Advokat Rikha Permatasari

Putusan Praperadilan Mojokerto Disorot: Saat Rakyat Kecil Mencari Keadilan di Benteng Terakhir Hukum

.

 


Mojokerto-Kliksuara.com // Putusan sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Mojokerto hari ini memicu kekecewaan mendalam. Putusan tersebut dinilai gagal mencerminkan rasa keadilan dan nilai kemanusiaan yang dinanti-nantikan masyarakat kecil, Senin (27/4/2026).

 

Kuasa hukum Pemohon, Advokat Rikha Permatasari, S.H., M.H., C.Med., C.LO., C.PIM., menegaskan bahwa ketika fakta persidangan tidak selaras dengan amar putusan, publik berhak mempertanyakan arah penegakan hukum di negeri ini.

 

“Masyarakat datang ke pengadilan bukan sekadar mencari keputusan, tapi mencari KEADILAN. Jika keadilan tak ditemukan, luka kepercayaan publik akan semakin dalam.”

 

POTRET MAHALNYA KEADILAN

 

Perkara ini kembali melukiskan realitas pahit: keadilan masih terasa sangat mahal bagi rakyat kecil. Pengadilan adalah benteng terakhir tempat mereka menggantungkan harapan. Namun, jika di sana pun kebenaran dipatahkan, muncul pertanyaan besar: Lalu ke mana lagi rakyat harus mengadu?

 

HUKUM DUNIA BOLEH DIATUR, HUKUM TUHAN TIDAK

 

Dalam refleksinya, Rikha menekankan pesan moral yang tegas:

 

“Hukum manusia bisa direkayasa, kekuasaan boleh memengaruhi proses duniawi, tetapi hukum Tuhan dan alam semesta tidak bisa dibeli atau diatur. Kebenaran sejati akan selalu menemukan jalannya sendiri.”

 

TAJAM KE BAWAH, TUMPUL KE ATAS?

 

Kasus ini memperkuat persepsi publik yang selama ini mengganjal: hukum sering kali tampak garang di hadapan yang lemah, namun menjadi lunak saat berhadapan dengan yang kuat dan berkuasa. Padahal, dalam negara hukum, seharusnya semua berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah.

 

KEADILAN TIDAK BERHENTI DI SIDANG

 

Meski putusan telah dibacakan, perjuangan mencari kebenaran belum berakhir.

 

“Putusan hari ini mungkin menutup persidangan, tapi tidak menutup suara hati nurani rakyat. Sejarah yang akan menilai: apakah hukum benar ditegakkan, atau sekadar dipertontonkan?”

 

Hukum manusia boleh diatur, namun keadilan sejati tetap berada di bawah kuasa Tuhan dan hukum alam semesta.