.
MEDAN-Kliksuara.com // Sebuah tempat pangkas rambut di Jalan Mustafa, Kota Medan, mendadak viral dan menjadi sorotan luas publik usai berubah menjadi lokasi keributan. Insiden ini telah tercatat resmi dalam Laporan Polisi Nomor LP/B/569/IV/2026/SPKT/POLDA SUMATERA UTARA, tanggal 13 April 2026 pukul 17.51 WIB.
Tempat yang seharusnya nyaman untuk merapikan penampilan ini berubah drastis menjadi layaknya ring tinju dadakan usai terjadi keributan melibatkan empat pria yang diduga oknum kepolisian dengan karyawan pangkas rambut tersebut.
Kejadian menghebohkan ini bermula dari hal sederhana namun berakhir menegangkan. Dua karyawan bernama Darman dan Roffi keluar sekitar pukul 01.00 WIB dengan niat hanya ingin membeli makan. Namun, niat mulia itu berubah menjadi mimpi buruk saat mereka justru dikejar oleh sekelompok pria.
“Jam 1 malam itu mereka keluar, niatnya cuma beli makan. Pulangnya malah dikejar. Ya panik lah, dikira begal. Langsung tancap gas lari, hampir kayak ikut MotoGP,” cerita Fajar Laia, selaku pemilik usaha.
Ketakutan, kedua karyawan pun berlari kembali masuk ke dalam tempat usaha mereka. Namun, kelompok pengejar tersebut tidak berhenti dan justru ikut masuk ke dalam. Suasana yang awalnya tenang pun berubah ricuh, mulai dari adu mulut hingga terjadi perkelahian fisik.
Situasi semakin memanas dan di luar kendali saat salah satu dari kelompok tersebut diduga mengeluarkan benda menyerupai senjata api.
“Udah macam film action jadinya. Ada yang marah-marah, ngomong kasar, sampai keluar pistol. Karyawan kami langsung tegang, bukan lagi mau pangkas rambut, ini udah mau pangkas nyali,” tambah Fajar.
Yang membuat kejadian ini semakin menjadi sorotan adalah fakta bahwa salah satu pelaku mengaku sebagai anggota Polri. Pengakuan tersebut justru membuat suasana semakin mencekam dan memicu pertanyaan besar dari masyarakat.
Merasa dirugikan dan merasa tidak aman, pihak pengelola akhirnya memutuskan untuk membawa kasus ini ke ranah hukum. Mereka telah melaporkan kejadian tersebut ke Polda Sumatera Utara untuk diproses lebih lanjut sesuai aturan yang berlaku.
“Kami ini cuma usaha pangkas rambut, bukan tempat casting film laga. Jadi ya kami laporkan agar ada kejelasan dan keadilan,” tegas Fajar.
Kasus ini kini ramai diperbincangkan di media sosial. Warga banyak yang mengomentari kelakuan yang dinilai tidak pantas tersebut. Banyak yang berharap aparat terkait bisa menindak tegas jika terbukti ada pelanggaran, terlebih jika pelaku benar adalah aparat penegak hukum.
(Red)

