.
BATAM-Kliksuara.com // Persoalan sampah di Kota Batam seolah tak pernah menemukan titik terang. Masalah ini kembali mencuat dan menjadi sorotan tajam setelah ditemukan tumpukan sampah yang sudah berlangsung lama menumpuk di kawasan Ruko Kavling Baru, Pasar STC, Kecamatan Sagulung. Kondisi ini tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga mengancam kenyamanan dan kesehatan warga di sekitarnya, terlebih lokasi tersebut berdekatan langsung dengan Puskesmas.
Dari pantauan awak media di lokasi, tumpukan sampah terlihat menggunung dan menempati area yang seharusnya bersih dan tertata. Sampah yang bercampur jenis sampah rumah tangga, sisa makanan, hingga sampah kemasan, menimbulkan bau tak sedap yang menyebar ke lingkungan sekitar. Pemandangan ini sangat tidak elok dipandang mata, apalagi kawasan ini merupakan pusat keramaian dan jalur akses yang sering dilalui warga, pasien Puskesmas, maupun pengunjung.
Kondisi ini pun menuai keluhan keras dari para penyewa ruko yang beroperasi di lokasi tersebut. Mereka merasa sangat terganggu, terutama karena di sekitar kawasan itu terdapat sejumlah usaha penjualan makanan dan minuman. Keberadaan sampah yang menumpuk dikhawatirkan menjadi sarang kuman, lalat, dan sumber penyakit yang jelas-jelas membahayakan keamanan pangan serta kesehatan pembeli maupun pedagang.
“Sebenarnya kami sudah beberapa kali menyampaikan keluhan dan komplain kepada pihak pengelola kawasan ini. Kami minta agar sampah segera diangkut dan lingkungan dibersihkan, namun sampai sekarang tidak ada tanggapan maupun tindakan nyata dari mereka. Sampah tetap ada dan semakin menumpuk saja,” ujar salah satu penyewa ruko yang enggan disebutkan namanya, dengan nada kecewa.
Merespons keluhan warga dan fakta di lapangan, awak media berusaha melakukan konfirmasi langsung kepada Camat Sagulung, M. Arfie Eranov S., S.STP, melalui pesan singkat WhatsApp pada Selasa (12/5/2026). Saat dimintai keterangan terkait penanganan masalah ini, Camat hanya menjawab sangat singkat, yakni sekadar kata “oke pak”, tanpa penjelasan lebih lanjut mengenai langkah yang akan diambil, alasan penumpukan sampah, maupun jadwal pengangkutan.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi di lokasi masih sama persis seperti yang dipantau sebelumnya. Sampah masih terlihat menggunung dan belum ada tanda-tanda pembersihan atau penanganan serius. Fakta ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat: di mana peran dan fungsi pemerintah kecamatan sebagai ujung tombak pelayanan publik?
Peran Camat sejatinya sangat krusial dan strategis dalam tata kelola pemerintahan di tingkat kecamatan. Camat bertindak sebagai koordinator utama, pengawas, sekaligus penggerak kebijakan antara pemerintah daerah dengan pelaksanaan teknis di lapangan. Dalam urusan pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan, Camat memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan kebijakan yang dibuat pemerintah kota dapat berjalan efektif, terawasi, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Namun kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik. Fungsi penghubung dan pengawasan tersebut seolah-olah bernilai nol. Kebijakan tertulis di atas kertas tidak sejalan dengan kenyataan yang dilihat warga. Padahal, tujuan utama pengelolaan sampah adalah menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, aman, dan nyaman, serta menggerakkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat untuk peduli pada kebersihan.
Masyarakat pun kini menuntut adanya tindakan nyata, bukan sekadar janji atau jawaban singkat tanpa makna. Pemerintah kecamatan diminta segera turun tangan, memanggil pihak pengelola kawasan, mengatur jadwal pengangkutan sampah yang teratur, serta menegakkan aturan kebersihan. Warga berharap Camat Sagulung benar-benar menjalankan amanah dan tugas pokoknya, agar persoalan sampah yang tak habis-habis ini akhirnya selesai dan menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan layak huni bagi seluruh warga Sagulung.
Penulis: N.Z

