.
Batam-Kliksuara.com // Orang ini takut-takuti wartawan di Batam dengan sebut-sebut nama Tokoh Nias Bapak Yasona Laoli dan Media nawacita. Tidak hanya itu, yang bersangkutan menghina PT FASIM di WhatsApp.
Berawal dari salah satu Grub WhatsApp (WA) VNB (Rabu, 18/3)beberapa pengguna akun WA palsu diduga melakukan ujaran kebencian dan penghinaan dengan memgirim foto dan kata-kata penghinaan.
Lalu salah satu Penghuni Grub WA tersebut mengirimkan foto tersebut (screenshot) kepada Yutel (korban) yang berprofesi wartawan. Yutel melakukan pengecekan di Get Kontak dan muncullah name tag tersebut (AL). Yutel mengkonfirmasi kepada AL untuk memastikan pemilik akun tersebut namun dikatakan bukan miliknya. Yutel pun mencaritau nomor WA tersebut kepada salah satu Admin Grub namun tidak dikenal. Merasa tidak nyaman Yutel pun menaikkan berita untuke mencari nomor tersebut.
Tiba-tiba muncul seseorang bernama Gehon (MG) dan mengaku penanggung jawab Grub VNB yang belum pernah dikenal dan meminta Yutel untuk memberikan klarifikasi 1x24 jam. Anehnya MG akan melaporkan Yutel dengan Tuduhan pelanggaran UU ITE dan pengancaman.
"Saya mengajak dia ngopi untuk mendengarkan klarifikasi sebagai penanggungjawab Grub namun ia beralasan di luar dan lagi sakit di RS. Lucu, ia malah diduga melakukan pemerasan kepada Yutel dari Rp 1,5 juta - 200 JT dengan modus sakit mental sementara orang tersebut belum pernah kenal apalagi jumpa. Tidak hanya itu , MG juga nakut-nakuti saya dengan menyebut nama Yasona Laoli dan Media Nawacita dan juga menghina PT FASIM dengan mengatakan, Apalah ni gak ada artinya," kata Yutel.
"Orang ini dulu pernah minta bantu sama saya untuk mengurus motornya yang ditarik leasing namun caranya seperti raja untuk datang ke rumahnya. Namun tidak jadi mengurus kasus tersebut dan beberapa Minggu lalu pelaku meminta bantu untuk cari loker. Saya menduga orang tersebut Iri atau dengki karena belum mendapatkan bantuan," tambahnya.
Yutel mengatakan juga MG pamerkan perusahaannya dan juga profesinya sebagai aktivis.
"MG membuat laporan dalam bentuk tulisan lalu dikirim ke saudara Hondro, dan akan di kirim ke Media nawacita hingga ke Bareskrim," tuturnya.
Tim telah meminta tanggapan dari media Nawacita dan menyampaikan orang tersebut tidak dikenal.
Hingga berita ini dipublikasikan, tim media masih melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait. /Tim

