Menu Atas


KLIK SUARA.COM
Jumat, 08 Mei 2026, Mei 08, 2026 WIB
Last Updated 2026-05-08T13:15:48Z
Batam

Kegiatan Penimbunan Lahan di Perumahan Rosinton Raya Batu Aji Tuai Protes Warga: Jalan Berlumpur, Licin, dan Ganggu Kenyamanan

.

 


BATAM-Kliksuara.com // Kegiatan proyek penimbunan lahan yang berlangsung di kawasan Perumahan Rosinton Raya, RW 07, Batu Aji, menjadi sorotan dan menuai keluhan keras dari warga sekitar. Aktivitas pengangkutan material tanah menggunakan sejumlah kendaraan berat dan truk lori yang mondar-mandir di jalan pemukiman dinilai sangat mengganggu, membuat akses jalan kotor, berlumpur, hingga berpotensi membahayakan keselamatan warga, terlebih saat ini sedang memasuki musim hujan, Jumat (8\5\2026).

 

Keluhan ini memuncak hingga memicu adu argumen antara perangkat lingkungan, warga, dan para pengemudi truk pengangkut tanah. Terjadi perselisihan pendapat yang cukup panas antara Ketua RT 04 di Perumahan Suka Maju dengan supir dam truk yang hendak melintas menuju lokasi proyek. Warga menolak keras jalan lingkungan digunakan secara berlebihan oleh kendaraan besar tersebut, sebab tanah yang diangkut berasal dari lokasi luar dan sering berjatuhan di sepanjang jalan, meninggalkan jejak lumpur dan kotor.

 

Tim media yang turun langsung ke lokasi memantau situasi di lapangan. Terpantau jelas, kondisi jalan lingkungan maupun jalan utama yang dilalui kendaraan pengangkut tanah berubah drastis. Permukaan jalan yang seharusnya bersih kini berwarna akibat tumpahan tanah, dan berubah menjadi licin serta becek setiap kali turun hujan. Hal ini sangat mengganggu aktivitas warga sehari-hari, mulai dari pejalan kaki, pengendara sepeda motor, hingga kendaraan pribadi lainnya yang harus berhati-hati melintasi jalur tersebut demi menghindari kecelakaan.

 

Ketua RT 04, Dedi Manurung, memberikan keterangan tegas saat dikonfirmasi tim media di lokasi. Ia menyampaikan bahwa hampir seluruh warga di wilayahnya mengajukan komplain secara lisan maupun langsung kepadanya terkait dampak buruk kegiatan penimbunan tersebut. “Warga saya pada komplin semua, jalan-jalan pada berlumpur, kotor, dan jadi licin sekali apalagi sekarang musim hujan. Ini sangat mengganggu kenyamanan,” tegas Dedi dengan nada kekecewaan.

 

Bentuk protes warga pun disampaikan secara nyata di lokasi. Sejumlah truk lori yang hendak masuk ke kawasan perumahan dan menuju lokasi penimbunan terpaksa harus berputar balik dan tidak diizinkan melintas. Akses jalan bagi kendaraan besar tersebut, sebagai langkah tegas agar pihak pelaksana proyek segera memperhatikan keluhan dan mencari solusi terbaik tanpa merugikan warga sekitar.

 

Tidak hanya terbatas di jalan lingkungan, dampak kotoran akibat tumpahan tanah juga meluas hingga ke jalan raya utama yang berdekatan dengan kawasan perumahan. Warna aspal yang hitam kini tertutup lapisan tanah kuning, membuat tampilan lingkungan menjadi kumuh dan tidak terawat. Warga dan perangkat lingkungan pun meminta agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam segera turun tangan memantau dan menindaklanjuti kegiatan ini.

 

Masyarakat berharap pihak berwenang dapat melakukan pengecekan kelayakan kegiatan proyek tersebut, mulai dari izin operasional, rute pengangkutan material, hingga langkah pengendalian dampak lingkungan. Warga menuntut agar pelaksana proyek bertanggung jawab membersihkan jalan yang sudah kotor, serta menerapkan cara kerja yang tidak lagi merusak fasilitas umum dan mengancam keselamatan warga. Hingga berita ini diturunkan, ketegangan masih terasa dan warga bersiap untuk terus mengawal agar hak mereka atas lingkungan yang bersih dan aman terpenuhi.


Penulis: N.Z