Menu Atas


KLIK SUARA.COM
Jumat, 24 April 2026, April 24, 2026 WIB
Last Updated 2026-04-24T15:03:08Z
Disdukcapil

Postingan Warga Antri Jam 3 Subuh dI Disdukcapil Batam Hilang, Pelayanan Dikritik Buruk

.

 



BATAM-Kliksuara.com // Viral video warga yang mengaku mengantri sejak pukul 03.00 WIB di Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam, Kamis (23/04/2026), kini menjadi sorotan tajam usai postingan tersebut menghilang secara misterius.

 

Dalam unggahan di grup Facebook Wajah Batam, warga berinisial NA mengeluh harus datang dini hari untuk mengurus pindah masuk wilayah Batam. Ia menyebut sudah mondar-mandir selama tiga hari namun belum juga mendapatkan giliran pelayanan.

 

"Ngantri dari jam 3 pagi untuk pindah masuk Batam, dah 3 hari mondar mandir ga dapat antrian," tulis NA.

 

Namun, saat ditelusuri kembali pada Jumat (24/04/2026) sore, konten tersebut sudah tidak dapat ditemukan lagi. Hilangnya bukti unggahan publik ini memicu spekulasi keras di tengah masyarakat yang sudah lama mengeluhkan buruknya sistem pelayanan di instansi tersebut.

 

Banyak pihak mempertanyakan apakah penghapusan konten ini merupakan upaya pembungkaman atau upaya menutupi kinerja yang dinilai bobrok.

 

Masyarakat Pilih "Calo" dan KTP Tembak

 

Kondisi antrean yang tidak manusiawi dan memakan waktu berhari-hari ini juga memaksa warga mengambil jalan pintas. Banyak warga yang mengaku kehabisan cuti kerja karena harus bolak-balik mengurus administrasi kependudukan.

 

Akibat pelayanan yang berbelit, masyarakat akhirnya lebih memilih menggunakan jasa tidak resmi atau yang dikenal dengan istilah "KTP Tembak" dengan biaya mencapai Rp400 ribu hingga Rp600 ribu, demi menghindari antrean panjang.

 

"Memang benar ngantrinya gak ketulungan, itupun nggak cukup satu kali datang sampai berkali-kali. Habis cuti gara-gara ke Disdukcapil. Harus ada pengawasan lagi," ungkap salah satu warga.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak media masih menunggu konfirmasi resmi dan tanggapan langsung dari Kepala Dinas Disdukcapil Kota Batam terkait keluhan masyarakat dan nasib postingan yang hilang tersebut.

 

(Red)