.
Batam-Klkiksuara.com // Sebuah kejanggalan terungkap dalam penyitaan puluhan ton daging ilegal di Batam. Daging sapi, babi, dan ayam yang seharusnya diamankan di Polda Kepri, justru terlihat 'berjalan-jalan' di Kota Batam sebelum akhirnya masuk ke sebuah pabrik sosis.
Kronologinya bermula dari penyitaan muatan kapal kayu di Pelabuhan Beton Sekupang. Daging-daging dalam kotak bermerek dagang tertentu itu kemudian dimuat ke kontainer pendingin untuk diamankan. Namun, alih-alih dibawa ke Polda, satu unit kontainer bermerek "K" LINE dengan truk pengangkut bernomor polisi TRD 9654 U diam-diam keluar dari pelabuhan dini hari, Selasa (27/1/2026).
Tim media yang memantau kejadian ini pun penasaran. Informasi awal menyebut barang bukti akan dibawa ke Polda. Kenyataannya, truk itu malah melaju ke arah Sagulung.
“Awalnya saya mau pulang, tapi lihat truk malah ke Batu Aji, bukan ke Polda. Saya ikuti,” ujar seorang awak media yang membuntuti truk tersebut.
Menurut pengakuannya, sopir truk tampak menyadari sedang diikuti. Truk itu pun berputar-putar di daerah Sagulung, seolah berusaha mengelabui. Ia sempat masuk ke jalan kecil di dekat Pelabuhan Tikus, Kampung Tua, sebelum akhirnya keluar lagi dan memasuki kawasan industri di Pelabuhan Sagulung. Tujuannya: PT MAP, sebuah perusahaan yang memproduksi sosis.
Respons Perusahaan yang Menghindar.
Menanggapi hal ini, pihak PT MAP terkesan tutup mulut dan menghindar. Saat dikonfirmasi via telepon WhatsApp sekitar pukul 09.19 WIB, seorang perwakilan mengaku tidak tahu menahu.
“Ada apa pak, saya cek dulu. Bapak bilang gitu, saya baru tau,” katanya.
Konfirmasi lanjutan satu jam kemudian dijawab dengan alasan sedang rapat. Pada pukul 10.08 WIB, alasan berubah: sedang bertemu dengan orang bank. Hingga pukul 12.09 WIB, jawaban yang diberikan tetap sama: belum bisa memberikan keterangan karena masih ada tamu.
Keberadaan puluhan ton daging ilegal—yang asal-usul dan kesehatannya dipertanyakan—di sebuah pabrik sosis menimbulkan tanda tanya besar. Kemana akhirnya barang bukti tersebut? Apakah benar-benar diamankan atau justru ‘dialihkan’? Publik menunggu klarifikasi resmi dan transparansi dari pihak berwenang terkait nasib daging ilegal yang sempat ‘hilang’ tersebut.

