.
Batam-Kliksuara.com // Tanpa kembang api dan hingar-bingar berlebihan, Kunduri Akhir Tahun di Dataran Engku Putri, Batamcentre, justru menghadirkan makna yang lebih dalam. Ribuan warga Batam berkumpul menyambut 2026 dengan refleksi capaian daerah sekaligus menunjukkan solidaritas nyata bagi korban bencana di Sumatra, Kamis (1/1/2026).
Di hadapan masyarakat, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh warga Batam serta jajaran Forkopimda Provinsi Kepulauan Riau dan Forkopimda Batam atas sinergi yang terbangun sepanjang 2025.
Amsakar menegaskan, berbagai capaian positif Batam selama setahun terakhir merupakan hasil kerja kolektif pemerintah, Forkopimda, dunia usaha, dan masyarakat.
“Alhamdulillah, hingga akhir 2025 Batam mencatat banyak kemajuan. Angka kemiskinan terus menurun, tingkat pengangguran terbuka semakin kecil, inflasi tetap terkendali, dan pertumbuhan ekonomi mencapai 6,89 persen, meningkat dibanding tahun sebelumnya,” ujar Amsakar.
Ia menyebut, stabilitas daerah yang terjaga menjadi fondasi utama percepatan pembangunan. Peran Forkopimda dinilai strategis dalam menciptakan rasa aman dan kondusif, sehingga roda perekonomian dan investasi dapat bergerak optimal.
Sejalan dengan itu, kinerja Batam di sektor investasi juga menunjukkan tren positif. Hingga triwulan III 2025, realisasi investasi tercatat mencapai Rp54,74 triliun atau sekitar 91 persen dari target tahunan.
Tak hanya itu, sepanjang 2025 Batam juga meraih sejumlah penghargaan nasional, mulai dari predikat daerah perbatasan paling inovatif hingga pengakuan sebagai kawasan investasi terbaik dari berbagai media nasional.
“Semua yang kita capai hari ini bukan semata hasil kerja pemerintah, tetapi buah dari kontribusi dan kebersamaan seluruh masyarakat Batam,” tegasnya.
Lebih jauh, Amsakar menekankan bahwa pergantian tahun bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi bersama untuk menata langkah ke depan.
“Pergantian tahun ini harus menjadi ruang perenungan. Apa yang sudah baik kita tingkatkan, yang masih kurang kita perbaiki, agar 2026 harus lebih baik dari 2025,” tuturnya.
Berbeda dari perayaan tahun baru pada umumnya, Pemerintah Kota Batam bersama Forkopimda sepakat mengalihkan euforia pergantian tahun menjadi aksi kepedulian bagi saudara-saudara di Sumatra yang tengah dilanda bencana.
“Biasanya ada musik meriah dan kembang api. Tetapi malam ini kami berketetapan hati membangun solidaritas dengan saudara-saudara kita di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat,” ungkap Amsakar.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui bantuan nyata. Pemerintah Kota Batam telah menyalurkan bantuan sebesar Rp7,5 miliar. Donasi masyarakat tercatat mencapai sekitar Rp4,6 miliar, ditambah dukungan dari dunia usaha, termasuk PLN Batam senilai Rp2,5 miliar.
“Jika digabungkan, bantuan dari Batam, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat insya Allah mendekati Rp15 miliar. Ini bukti kekompakan dan kepedulian warga Batam,” katanya.
Amsakar menegaskan, kekompakan dan kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama Batam sebagai kota dengan masyarakat madani, masyarakat yang saling menghormati, menjunjung aturan, toleran terhadap perbedaan, dan hidup dalam harmoni.
Menutup sambutannya, Amsakar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga ketertiban dan kondusivitas, khususnya pascaperayaan tahun baru.
"Atas nama Pemko Batam, BP Batam, dan Forkopimda, terima kasih kepada seluruh warga Batam. Mari kita songsong 2026 dengan Batam yang semakin hebat dan jaya,” pungkasnya.
Kunduri Akhir Tahun 2025 ditutup dengan penampilan Sammy Simorangkir yang menghibur warga Batam dalam suasana sederhana dan penuh kebersamaan.

