Menu Atas


KLIK SUARA.COM
Sabtu, 07 Februari 2026, Februari 07, 2026 WIB
Last Updated 2026-02-07T01:39:30Z
Wawasan Hukum Nusantara (WHN)

Wawasan Hukum Nusantara Salurkan Bantuan 240 pack buku dan pulpen ke NTT

.

 


Jakarta-Kliksuara.com // Merespon kasus bunuh diri seorang anak SD kelas IV di Kabupaten Ngada Provinsi NTT, Wawasan Hukum Nusantara menyalurkan bantuan buku tulis sebanyak 240 pack dan pulpen yang akan segera di distribusikan kepada anak-anak sekolah yang berlatar belakang ekonomi kurang mampu di NTT. WHN yang selama ini dikenal sebagai organisasi yang sangat aktif dalam bidang pendidikan pada dimana pada tahun 2025 tercatat telah memberikan beasiswa kuliah S 1 Hukum dan prodi lainnya sejumlah total sekitar 117 mahasiswa, Sabtu (7/2/2026).


Selain aktif dalam pemberian beasiswa gratis, WHN juga aktif dalam berbagai misi kemanusiaan seperti bencana erupsi gunung merapi di NTT, bencana banjir bandang di Sumbar, Sumut dan Aceh.


Jauh sebelum kasus bunuh diri siswa SD di Ngada NTT, WHN pernah memberikan bantuan buku tulis sebanyak 350 pack dan alat-alat tulis yang disalurkan langsung kepada anak-anak nelayan di Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau pada bulan Mei tahun 2025. 


"Pemberian buku dan pulpen di Kab. Lingga bukanlah suatu pencitraan atau kebetulan, karena berdasarkan data yang kami terima anak-anak Indonesia masih banyak yang kesulitan dalam membeli alat tulis karena kondisi perekonomian orang tuanya. Ujar Arqam."


Arqam juga berharap, pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar segera berbenah dan lebih memperhatikan bidang pendidikan terutama peralatan sekolah. Karena tidak bisa dipungkiri ada jutaan anak-anak muda Indonesia yang belum mendapatkan haknya di bidang pendidikan yang telah dijamin oleh UUD 1945 pasal 31 ayat (1) Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan, (2) setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayai.


Masa depan bangsa Indonesia ada ditangan anak-anak muda yang sekarang tengah menempuh pendidikan kulai dari tingkat Paud sampai tingkat perguruan tinggi. Tanpa generasi muda Indonesia tidak akan bisa mencapai masa keemasan dan akan tercatat dalam sejarah sebagai suatu kegagalan karena tidak mampu memaksimalkan potensi anak-anak muda Indonesia. 


"WHN akan menjadi angin yang siap mengisi setiap ruang-ruang kosong dimana jeritan anak-anak muda Indonesia yang berteriak lantang tentang pentingnya pendidikan tak pernah terdengar. Kami akan menjadi air yang akan mengaliri setiap ladang-ladang harapan rakyat yang selama ini mengering dan kami akan menjadi api yang siap membakar para penghianat negara yang duduk di singgah sana kekuasaan yang tengah berpesta diatas penderitaan rakyat." Arqam menutup."